Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu

Khutbah Jumat: Menjaga Akal, Menyelamatkan Generasi, Merawat Peradaban

NARKOBA / NAPZA - Rumah Sakit Universitas Udayana

Menjaga Akal, Menyelamatkan Generasi, Merawat Peradaban

 

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْإِنْسَانَ وَكَرَّمَهُ بِالْعَقْلِ وَالْإِيْمَانِ، وَفَضَّلَهُ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ،

 فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Setiap manusia yang lahir ke atas muka bumi ini membawa begitu banyak titipan nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Diantara kita ada yang dititipi kesehatan yang prima, ada yang dititipi raga yang kuat, ada yang dititipi keluasan harta, dan ada pula yang dititipi kedudukan serta jabatan. Namun, di atas seluruh tumpukan nikmat duniawi itu ada satu anugerah teramat mahal yang membedakan antara kita dengan makhluk Allah SWT lainnya. Nikmat itu bernama Akal.

Melalui akal manusia mengenali siapa Penciptanya. Dengan akal, manusia menangkap kebenaran wahyu. Dengan akal, manusia merangkai ilmu pengetahuan. Dan dengan akal pulalah, manusia mengubah hutan belantara menjadi kota-kota yang terang, mengubah ide yang abstrak menjadi teknologi yang nyata, dan mengubah pengetahuan menjadi sebuah peradaban.

Karena itulah, Al-Qur’an berulang kali mengetuk kesadaran manusia untuk berpikir. Allah SWT berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

*”Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (Ulul Albab).”* (QS. Ali Imran: 190)

Perhatikanlah dengan saksama,

Allah tidak mengatakan bahwa tanda-tanda kebesaran alam semesta ini diperuntukkan bagi “orang-orang yang kaya”. Allah juga tidak mengatakan ia diperuntukkan bagi “orang-orang yang fisiknya kuat”. Allah menyandarkan tanda-tanda itu kepada “Ulul Albab” yaitu mereka yang menghidupkan dan merawat fungsi akalnya sebagai pintu gerbang tunggal menuju keimanan dan kemuliaan hidup.

Jamaah Rahimakumullah,

Dalam tradisi keilmuan Islam, para ulama merumuskan bahwa seluruh jalinan syariat diturunkan demi merawat lima pilar dasar kemanusiaan (Maqashid Syariah): yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan, dan menjaga harta.

Pertanyaannya: mengapa akal diletakkan di posisi sentral di dalam pilar tersebut?

Jawabannya sangat logis, karena tanpa akal yang sehat agama tidak akan dipahami dengan lurus; ia akan melenceng menjadi takhayul. Tanpa akal yang sehat, ilmu pengetahuan akan layu sebelum berkembang. Tanpa akal yang sehat, keturunan dan rumah tangga tidak akan sanggup dibina. Dan tanpa akal yang sehat, harta kekayaan hanya akan dihambur-hamburkan dalam kebodohan. Akal adalah “sistem operasi” dari raga manusia.

Oleh itu, segala sesuatu yang merusak, mengganggu, apalagi mematikan fungsi akal, dipandang oleh syariat Islam sebagai ancaman darurat terhadap kemanusiaan. Karena itulah Allah SWT mengharamkan khamar dan segala turunannya dalam firman yang sangat tegas:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung.” (QS. Al-Ma’idah: 90)

Dan Rasulullah ﷺ mengunci prinsip ini dengan sabda beliau:

كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

“Setiap yang memabukkan (merusak kesadaran) adalah haram.” (HR. Muslim)

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Hari ini kita hidup di zaman yang dipenuhi oleh ilusi kemajuan. Kita terpesona melihat gedung-gedung yang menjulang semakin tinggi. Kita bangga melintasi jalan-jalan tol yang semakin panjang. Kita kagum pada teknologi yang semakin melesat canggih. Namun, di atas mimbar ini, mari kita ajukan pertanyaan yang jauh lebih mendasar: “Apakah manusianya juga tumbuh semakin kuat?”

Sebab, kekuatan sejati sebuah bangsa tidak pernah terletak pada pondasi gedung-gedungnya. Bukan pada tebalnya beton jalan tolnya. Bukan pula pada melimpahnya nikel, batubara, atau minyak di dalam buminya. Sejarah telah memberi kesaksian berapa banyak negeri yang kaya raya hancur lebur karena manusianya busuk; dan berapa banyak negeri yang miskin sumber daya alam justru bangkit merajai dunia karena manusianya unggul. Masa depan sebuah bangsa secara mutlak ditentukan oleh kualitas manusianya, oleh kejernihan akalnya, oleh kekokohan karakternya dan oleh kemuliaan akhlaknya.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Di sinilah kita harus melek dan memahami mengapa narkotika adalah ancaman peradaban yang paling mengerikan. Narkoba tidak bekerja dengan cara menjatuhkan bom yang meruntuhkan jembatan dan jalan raya kita. Ia merayap dalam senyap, masuk ke kamar-kamar tidur anak kita, lalu menyabotase perangkat paling vital dari diri manusia yaitu akalnya.

Ketika akal seorang pemuda sudah dirusak oleh zat kimia terlarang, maka kelumpuhan pun terjadi. Ketika akal lumpuh, etos belajarnya mati. Ketika etos belajarnya mati, produktivitasnya hilang. Dan ketika produktivitas generasi mudanya hilang, maka semboyan “Generasi Emas” yang sering kita banggakan hari ini, kelak hanya akan berakhir sebagai slogan kosong yang menertawakan kebodohan kita sendiri.

Maka hari ini kita harus sadar bahwa narkoba bukan sekadar musuh kesehatan. Narkoba adalah musuh ilmu pengetahuan! Narkoba adalah pembunuh kehangatan keluarga! Dan narkoba adalah musuh peradaban!

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Kita sering asyik membicarakan masa depan Indonesia, tentang lompatan kemajuan, tetapi siapa yang kelak akan mengeksekusi kemajuan itu?

Jawabannya mereka adalah anak-anak kecil yang hari ini sedang berlarian di ruang tamu kita. Mereka adalah remaja-remaja yang pagi tadi mencium tangan kita sebelum berangkat ke sekolah. Mereka adalah pemuda-pemuda yang malam ini barangkali sedang duduk sendirian di kamarnya, bergulat dengan kecemasan hidupnya.

Sering kali, anak-anak muda kita terjerumus ke dalam gelapnya narkoba bukan karena mereka tidak tahu dalil haramnya. Mereka lari menelan pil tipuan itu karena mereka sedang melarikan diri dari rumah yang gersang tanpa kasih sayang, atau karena mereka kesepian tidak memiliki sosok ayah yang bisa dipeluk saat batinnya sedang rapuh.

Oleh itu, mari kita bawa pulang tanggung jawab besar ini ke rumah kita masing-masing. Jadikanlah rumah kita sebagai madrasah dan tempat paling aman bagi anak-anak kita untuk mengadukan masalahnya.

Sungguh, setiap satu anak yang berhasil kita selamatkan dari jerat narkoba, itu adalah kemenangan besar bagi umat. Setiap satu pemuda yang akalnya berhasil kita jaga tetap jernih, itu adalah investasi bagi peradaban. Dan setiap keluarga yang berhasil mendidik generasi yang saleh, hakikatnya sedang meletakkan batu bata paling kokoh untuk membangun kejayaan bangsa di masa depan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Di akhir khutbah yang mulia ini, mari kita ketuk pintu rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita sadar sesadar-sadarnya, bahwa sekeras apa pun ikhtiar kita menjaga pintu dan jendela rumah kita, kita tidak akan sanggup mengawasi langkah anak cucu kita 24 jam di luar sana. Hanya kepada Dzat Yang Maha Mengawasi sajalah kita menitipkan penjagaan raga, akal, dan iman mereka.

Mari kita tundukkan kepala, merendahkan hati, dan mengaminkan doa ini bersama-sama:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

 Ya Allah, Dzat Yang Maha Menjaga dan Maha Melindungi…

Peliharalah anak-anak kami, para pemuda kami, dan generasi penerus bangsa kami dari segala bentuk maksiat yang merusak akal dan meruntuhkan iman. Terangilah akal pikiran mereka dengan cahaya hidayah-Mu, agar mereka selalu teguh memilih jalan yang Engkau rida, dan sanggup menolak segala godaan yang membinasakan.

Ya Allah, Dzat Yang Maha Melembutkan Hati…

Anugerahkanlah kepada kami, para orang tua, kelapangan dada dan kesabaran yang tak bertepi dalam mendidik titipan-Mu. Jadikanlah lisan kami lisan yang mendoakan, bukan melaknat. Jadikanlah raga kami tempat berlabuh yang hangat bagi anak-anak kami saat mereka kelelahan menghadapi kerasnya zaman. Jangan biarkan sikap keras dan kelalaian kami di rumah, justru mendorong mereka mencari ketenangan semu di jalan-jalan yang gelap.

Ya Allah, Dzat Yang Maha Berkuasa…

Berikanlah kekuatan, kejujuran, dan keberanian kepada para pemimpin kami, para pendidik, serta para penegak hukum di negeri ini. Mampukanlah mereka untuk memutus rantai kejahatan narkotika hingga ke akar-akarnya demi menyelamatkan masa depan anak cucu kami.

Jadikanlah negeri kami ini, Indonesia yang kami cintai, sebagai negeri yang aman, makmur, beradab, manusianya luhur, dan senantiasa berada di dalam ampunan-Mu.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.  أَقِيْمُوا الصَّلَاةَ

Sumber : https://asamuslim.id/khutbah-jumat-menjaga-akal-menyelamatkan-generasi-merawat-peradaban

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top