Dalam rangka peringatan Milad ke-94 Perguruan Alkhairaat yang berlangsung pada Ahad pagi (10/11) di kompleks Perguruan Alkhairaat, ratusan santri dan jamaah melantunkan bacaan dzikir, tahlil, dan Maulid Diba. Bacaan-bacaan ini mengiringi kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh ribuan peserta dan menjadi bagian penting dari rangkaian acara peringatan tahun ini.
Pembacaan Maulid Diba dalam acara tersebut menggema, dipandu oleh ratusan santri dari Pondok Pesantren Alkhairaat pusat yang berada di Kota Palu. Menurut Ustadz Ahmad Hadi Rumi, Pengasuh Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu, Maulid Diba adalah tradisi yang berkembang di tengah masyarakat Ahlu Sunnah Wal Jama’ah, terutama di Sulawesi Tengah, berkat ajaran dari pendiri Alkhairaat, Guru Tua.
“Maulid Diba ini menjadi bacaan yang sering kita jumpai di tengah masyarakat, khususnya di Sulawesi Tengah, berkat ajaran Guru Tua,” ungkap Ustadz Hadi, menjelaskan bahwa tradisi tersebut tidak hanya dijalankan oleh murid-murid Guru Tua, tetapi juga oleh masyarakat di berbagai daerah yang dikunjungi oleh Guru Tua.
Ustadz Hadi juga menambahkan bahwa meskipun dalam perayaan Maulid biasanya ada berbagai macam pembacaan seperti barzanji, burdah, dan smithuddurrar, Maulid Diba tetap menjadi ciri khas yang melekat pada Perguruan Alkhairaat. “Maulid Diba ini adalah bagian dari tradisi yang selalu ada dalam setiap perayaan Alkhairaat,” ujarnya.
Selain itu, dalam acara peringatan Milad kali ini juga dibacakan Mahallul Qiyam, sebuah pujian yang menjadi bacaan khas di Pondok Pesantren Putera Alkhairaat Pusat Palu. Ustadz Hadi menyebutkan bahwa bacaan Mahallul Qiyam ditanamkan pada para santri sebagai bentuk pengamalan dan implementasi ajaran kebaikan yang diberikan oleh Guru Tua.
“Saya berharap, gema bacaan Mahallul Qiyam yang terdengar di tengah puluhan ribu masyarakat yang mengikuti jalan sehat ini akan membawa keberkahan bagi semua,” harap Ustadz Hadi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Dr. Habib Mohsen Alaydrus, turut hadir untuk melepas peserta jalan sehat Alkhairaat. Hadir pula dalam acara tersebut Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat, Jamaluddin Mariajang, serta sejumlah tokoh penting lainnya, termasuk Kapolda Sulteng, Korem 132 Tadulako, Ketua Umum PP WIA Ustadzah Saihun Aljufri, Ketua Yayasan Alkhairaat Hamdan Rampadio, dan Sekretaris Yayasan Asgar Khan.
Peringatan Milad ke-94 Alkhairaat ini bukan hanya menjadi ajang mengenang perjalanan panjang pendirian Perguruan Alkhairaat oleh Guru Tua, tetapi juga sebagai momen untuk meneguhkan semangat perjuangan dalam mencerdaskan bangsa dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang ditanamkan oleh Guru Tua.
Berita ini dilansir dariĀ Media Alkhairaat (MAL)